RKK Rencana Keluarga Kita

7 Sep 2012

Logo BKKBN

Logo BKKBN

seratus dua puluh lima juta penduduk indonesia

terdiri dari banyak suku bangsa itulah indonesia

ada batak, ada ambon, ada minang, ada-ada saja

Mungkin masih pada ingat baris lagu tersebut, hehehe. Kalau sekarang kita perhatikan, kira-kira sudah berapa jumlah penduduk di negara kita ini? di bawah tahun 2000 saja sudah mencapai 200 juta jiwa, apalagi sekarang. CMIIW

Di tengah gencarnya pihak BKKBN men-sosialisasikan untuk ikut program KB, sadarkah kita bahwa ada berapa banyak yang menikah dan mengikuti program KB tersebut?. Lantas dengan program tersebut persentase kemungkinan terjaganya kelahiran seberapa besar?.

Banyak hal bisa terjadi dengan mengikuti program KB, niatnya menjaga kehamilan malah terkadang tetap saja terjadi kehamilan karena salah pilih. Benar dan salahnya memilih tergantung dari keuangan yang dikantongi setiap keluarga. Sebab harga alat kontrasepsi bervariasi harga dan beda pula kemampuannya.

Mereka yang berpenghasilan minim, akan memilih membeli beras dari pada membeli alat kontrasepsi.  Apakah ada yang gratis dan berkualitas? Maaf Saya tidak tahu. Ketika hal itu terjadi pada banyak warga, maka pertambahan penduduk akan senantiasa terus meningkat beriring dengan kurangnya lapangan pekerjaan.

Adapun alat kontrasepsi yang bisa digunakan adalah :

* IUD  (Intra Uterine Device) kunjungi >>

* Implan Kunjungi >>

* Kon*om  Baca lengkapnya

* Pil KB

* Spiral Selengkapnya baca

Langkah yang bagus dari pihak BKKBN mengarahkan masyarakat (yang menikah) supaya sadar KB. Supaya kepadatan penduduk bisa di batasi dan kesejahteraan bisa merata katanya. Akan tetapi, bersamaan dengan itu, apakah mereka para pemuda dan pemudi (belum menikah) ikut program KB? jelas tidak, karena memang belum menikah. Nah lhoo kenapa belum menikah tapi sudah pada punya anak???

Persoalan umat, bangsa dan negara ini, ketika pengangguran bertambah, alam jadi rusak. Lalu bagaimana menyelesaikannya?? Pertanyaan tersebut Saya rasa sulit untuk di jawab, namun tetap ada jawabannya meski susah. Adapun menurut pikiran saya :

  • Ikut program KB bagi yg sudah menikah (memilih alat kontrasepsi sesuai kemampuan dan kecocokan)
  • Karena pertambahan penduduk terus meningkat, jelas harus tersedia lapangan bulutangkis (lapangan Pekerjaan) hehehe
  • Memastikan tidak adanya kehamilan di luar pernikahan (Say no to Kumpul Kebo)

Sebenarnya, kenapa ada anjuran ikut program KB? kenapa coba ayooooo! Ya supaya kepadatan penduduk bisa tertahan. Padatnya penduduk mengarahkan setiap personal untuk bertahan hidup, butuh sandang (pakaian, Kendaraan), pangan (makanan)  dan papan (hunian tempat tinggal) semacam real estate ^_^.

Dengan banyaknya penduduk, maka banyak pula lahan yang akan dijadikan tempat tinggal. Sebagian di jadikan lahan bercocok tanam, serta tempat untuk membuka lahan usaha.

Permasalahan dengan padat penduduk:

  • banyak asalnya sawah dan kebun menjadi perumahan (wilayah tersebut jadi panas)
  • Pencemaran lingkungan (asap, kimia, zat karbon, dll)
  • Terjadi pembukaan hutan dan illegal Logging (kasihan satwa jadi ke pemukiman dan menyerang warga)
  • Penataan ketertiban, keamanan lebih meningkat
  • dan ada yang mau menambahkan?

Sekarang, Sekecil apapun langkah kita untuk menanggulangi hal tersebut, akan lebih baik daripada tidak sama sekali.


TAGS Pendapat Lain Kesehatan


-

Author

Follow Me